Motogp tehnology – Honda RCV dengan Asimo, yamaha?

Posted on Updated on

asimo

Masbro pasti sudah tau kan robot Asimo yang sering nampang kalo ada pagelaran Pameran Mobil kaya JMCS, atau diiklannya honda “Power Of Dream”, yup betul robot asimo yang bisa nari, bisa jalan, dan terakhir bisa bermain bola!!!, gila yah….nah kegilaan inilah yang ditanem dalam tubuh Honda RCV,salah satunya adalah, “The inklinometer” pengukur kemiringan
yang terdiri dari kumpulan giroskop ( atau biasa disebut alat penyeimbang gravitasi) dan akselerometer ( adalah suatu alat untuk mengukur percepatan sehingga dapat mendeteksi adanya perubahan posisi motor dan berapa banyak perubahan itu terjadi), memberikan informasi tentang bagaimana posisi motor berubah: Apakah motor membelok lebih dalam, Apakah roda wheelying dibawah kendali pembalap, atau dalam hal pengereman? Bagaimana keras/penekanan pengereman? Seberapa cepat motor melaju dalam tikungan, keluar masuk tikungan dengan segera dapat berdiri, kembali keposisi semula.

250px-3D_Gyroscope

akeselerometer juga sudah digunakan di device-device smartphone terbaru, Dengan demikian perubahan fisik device dapat dijadikan salah satu alternatif interaksi pengguna dengan aplikasi pada Windows Phone. Alat ini memberikan pengalaman baru dalam berinteraksi dengan device bergerak dan tidak hanya dapat digunakan untuk aplikasi biasa namun juga terutama untuk game. Ohya kalo di iphone/ipad..tuch goyang-goyang wallpapernya…gitu bukan yah. Atau digame Real Racing 3. Ohya untuk diAndroid udah tersedia nih aplikasi akseleremotor…namanya “RollMeOver – Inclinometer”

unnamed

so, jadi kita bisa liat kelakuan para rider HRC, walau kadang out line atau nikung kaya mo boboan diaspal, tapi teteup aja balik lagi balik lagi,,,insane!…kecuali sial masbro… Ukuran sensor yang diperlukan sudah kecil: satu yang umum digunakan tiga-sumbu sensor gyroscopic digitalhanya berukuran 4mm x 4mm x 0.9mm. Dipasang pada papan sirkuit tercetak, sensor dapat dibeli untuk satu unit harganya di bawah $ 50. Sebagai sensor dan semakin kecil, sehingga lebih mudah untuk menyembunyikan ( nyelip-nyelip diantara motor), sensor-sensor ini juga membantu untuk mengendalikan penggunaannya memantau data yang masuk ke ECU, ohya mungkin sensor ini ada buanyak jumlahnya, salah satunya menyambung ke ban belakang Dani pedrosa yang kemaren kesenggol ama MM, wah kalosi Lorenzo yang apik banget racing linenya makin perfect kali yah….tapi gw lebih seneng liat stoner yang nunggang RCV, lebih sleboooor!!!…

_lean-web_slideshow_169

Bagaimana dengan Yamaha & Ducati sebagai rival terkuat Honda, Yamaha mengungkapkan di Valencia bahwa paket elektronik menggunakan algoritma prediksi untuk menyesuaikan tingkat kontrol untuk mengakomodasi keausan ban dan pola konsumsi bahan bakar sebagai penanda per lap. Paket elektronik Yamaha terus memantau respon dari ban dan motor terhadap perilaku dihitung menggunakan data dari sesi latihan. Strategi Elektronik terus berubah untuk beradaptasi dengan data-data yang didapat saat tes motor (umpan balik), dan strategi baru dihitung untuk lap berikut berdasarkan umpan balik itu. Yamaha, seperti Honda, menggunakan gyros dan akselerometer untuk mendeteksi perilaku motor dan beradaptasi dengan itu: dua tahun yang lalu, Yamaha beralih mengubah kontrol elektrik terutama pada kontrol traksi, wheelie control dan engine braking dari data yang berasal dari sensor suspensi gyros. Itu berarti bahwa wheelie sedang terdeteksi sebelum roda depan meninggalkan line, dan power dapat di cut lebih cepat, Sistem ini dinamakan YHSJ atau Yamaha Hydraulic Systems Japan. Cara kerjanya, garpu kiri berfungsi mengontrol kompresi redaman, sedangkan yang kanan menyesuaikan rebound damping. ada lagi Yamaha Chip Controlled Throttle..& masih banyak lagi daftar panjang tehnologi elektronik mereka….feuuuh…kalo dijabarin satu persatu butuh puluhan halaman kali yah….

_PL25942-2

maap kalo ada typo..enjoy..

source : Goggle, mottomatters, motogp, kaskus dan lain satu persatu yang lupa gw sebutin…terimakasih

25 thoughts on “Motogp tehnology – Honda RCV dengan Asimo, yamaha?

    Rabiul said:
    October 22, 2013 at 4:13 am

    Great..

    paijo said:
    October 22, 2013 at 4:14 am

    solar

      wisnu3ds responded:
      October 22, 2013 at 4:20 am

      g ada pertamax disini masbro….hahahaha…

    day_365 said:
    October 22, 2013 at 4:34 am

    Canggih nemen kang,,suwe2 ora usah ditumpaki rider mlaku dewe dadi koyo balapan tamiya

      wisnu3ds responded:
      October 22, 2013 at 4:35 am

      yah koyo ngono lah bro…turu2an nang dalan orak popo….hahaha

    tiger26 (the power of dream) said:
    October 22, 2013 at 4:55 am

    mantabh,joss…dr dl satu hati sejak jaman astrea prima yg ciamik smpe tiger…honda dilawan!:mrgreen:

      wisnu3ds responded:
      October 22, 2013 at 4:58 am

      ciamik lah masbro tiger…tinggal nunggu diturunin ke motor masal aja…byar bisa mereng2 …

      uler kadut said:
      October 22, 2013 at 5:04 am

      hahaha…motr tua disam2ain ama motojipi…ngimpiii.

      Lirik cebong yang katanya canggih.
      Lirik lagi tiger yang operpres rante kemrosok

      uler kadut said:
      October 25, 2013 at 6:48 am

      hahaha…motr tua disamain ama motojipi…ngimpiii.

      Lirik cebong yang katanya canggih.
      Lirik lagi tiger yang operpres rante kemrosok

    sinbe said:
    October 22, 2013 at 6:06 am

    MotoGP kebanyakan elektronik malah jd kurang mantep. Lama2 bs jd semacam autobots kali ya.

      wisnu3ds responded:
      October 22, 2013 at 6:07 am

      kata rossi feat stoner juga gtu….tapi sayang…sapa yang bisa nahan honda dan yamaha….

    Ferboes Richardson said:
    October 22, 2013 at 6:24 am

    Canggih… Saya pikir orang pake custom… Ga taunya robot beneran…
    Mantap honda😀

    adi said:
    October 22, 2013 at 7:05 am

    apakah sensor rebah di cbsf dan verza sejenis itu?

      wisnu3ds responded:
      October 22, 2013 at 7:16 am

      kalo yang dimotor masal kan..lean angle nya cuman mati kalo terlalu rebah, kalo membalikan posisi ke arah semula….waaah kayanya sih belom…dan gw juga belom pernah denger sih masrbo…

    Duinnn said:
    October 22, 2013 at 11:44 am

    Joss, info, walaupun dijelaskan berhalaman-halaman, ataupun bersambung, ane siap nyimak.

    old legion said:
    November 1, 2013 at 12:38 pm

    pantesan marques ngedan bener bawa motornya. Sewaktu rossi pindah ke yfr dari hrc kyaknya malah ga karu2an tuh m1nya. Tapi malah bisa jadi juara dunia. Kalo buat gw sehebat apapun desain motornya tetep aja balapan butuh pebalap yang gape buat bawa motor! Buat gw rossi tetep the best!

      wisnu3ds responded:
      November 1, 2013 at 12:50 pm

      wolaaah setuju banget masbro….VR46…tapi gw ngefans ama stoner juga masbro!!!………dua2nya ciamik dijamannya….skrg masih belom nih…

    old legion said:
    November 1, 2013 at 12:44 pm

    kalo baca artikel di atas gw menarik kesimpulan kalo honda memakai teknologi yang bersifat aktif artinya bisa mengadaptasi sesuai kondisi real time, tapi yamaha bersifat prediksi reaktif karena berdasarkan data latihan baru kemudian data tersebut di kombinasi dengan input dari rider utk settingan race day. Walah komennya kok manjang nh!

      wisnu3ds responded:
      November 1, 2013 at 12:52 pm

      gpp mas bro….asik nih bisa diskusi….ohya bisa bedain m1 nya era jolor ama vr gak masbro?…tuch menarik banget kayanya dibahas…

        old legion said:
        November 2, 2013 at 2:11 am

        belum punya data boss! Tapi kalo flashback ke tahun 2008 perbedaan signifikan hanya terlihat di riding position aja! Secara vale kan jangkung! Sedangkan jolor tergolong biasa aja alias rata2

        wisnu3ds responded:
        November 2, 2013 at 4:50 am

        Sbnernya paling signifikan adalah gaya waktu pengereman yah. Rossi late braking sdgkan jolor … Apa yah sbutannya smooth cornering gtu. G bth rem kuat… Datanya blm akurat bngt sih…masih nyari2 jg…

        old legion said:
        November 4, 2013 at 10:23 am

        nah kan sedikit2 pasti dapet datanya yang penting bisa diskusi sehat! Btw kalo gaya jolor ga jauh dari gaya max biaggi dong kalo gitu! Kalo vale mah ga mati gaya! Ada aja!

        wisnu3ds responded:
        November 4, 2013 at 10:31 am

        woww…jolor seperti biagi?…kenapa biagi malah gak sepaham dengan M1 gen 1 yah…jatuh mulu, rossi masih terkendala ama remnya, sejauh ini tes terakhir katanya dah mulai diperbaiki, ntar kita lihat aja seri pamungkas nih…mudah2an rossi P1…p2 terserah mm atau jolor..hahaha, yang penting g ada yang jatuh…

    si hitam dari timur said:
    August 22, 2015 at 10:44 am

    Sensor asimo mungkin nempel di hrc. Tp cb terngkan bagaimana cara asimo menegakan kembali motor yg udah rebah. Jangan cm nerangi panjang lebar ttg asimo tanpa mampu nerangi gmn cara asimo tegakan kembali motor

Komentar masbro...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s