Penggunaan ECU dan Software Magneti Marelli

Ducati MotoGP Mulai Lapar…

Posted on

hahaha…artikel basi nih masbro tapi gpp…lupa mo dirilis…

Factory berbulu domba…

Melihat test dua hari ini cukup mengejutkan, dan kemaren test Motor baru para kavalery motogp, kaya makin menarik. Ditambah dengan maju pesatnya duo ducati di dua hari ini, apakah kebetulan karena beberapa team tidak menurunkan squadnya ataukah sudah klopnya dengan ECU, perlu kita ketahui sangat banyak loh masbro perbedaan antara 20- 24 liter, kalo kita flashback lagi ducati adalah mesin yang sangat kuat apalagi di trek lurus, sadisss masbro….mungkin karena pembatasan fuel jadi aja banyak pemangkasan disana sini…., contoh aja dengan motor ninja mono dengan 4 liter versus ninja Fi yang lebih superior dikasih jatah bensin 2 liter muter 10 kali sirkuit sentul, mana tuch yang duluan finish. Honda dan Yamaha sangat siap dengan pengurangan fuel karena tehnology kedua pabrikan jepang ini sangat maju pesat.

baiklah kita baca lagi runutan dari bang Haji TMC,, hehehe – ane dah ijin kok..

kenapa ada hubungannya dengan ECU mungkin begini:

Kedekatan Magneti Marelli dengan Ducati-Audi
Dan ada satu lagi Potensi kekuatan Ducati saat mereka memilih Opsi Open Class di MotoGP 2014 . . . yakni Penggunaan ECU dan Software Magneti Marelli. Tahu Nggak bro pada hari Kedua test-2 Speng Pihak Magneti Marelli merilis Software Baru yang jauuuh lebih complicated dan artinya akan lebih banyak aspek yang bisa di kontrol dimotor. Namun saat Magneti merilis spesifikasi software tersebut masih ada tulisan ‘Ducati Motor Holding’ di kertas Spesifikasinya . . . hahahahaha, entah sengaja atau Nggak, bisa jadi memang software tersebut di kembangkan Magneti marelli dengan basis Motor Ducati. … hehe You know what I mean .(sumber Moto.it) disadur dari TMC.

hasil Test (sumber Crash.net)

Berikut hasil uji coba hari ketiga di Phillip Island.
1. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 29.068s [55laps / 330.3km/h top speed]
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 29.458s | +0.390s [32 / 326.3]
3. Valentino Rossi ITA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 29.554s | +0.486s [56 / 330.3]
4. Cal Crutchlow GBR Ducati Team (Desmosedici) 1m 29.606s | +0.538s [39 / 331.3]
5. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici) 1m 30.101s | +1.033s [23 / 335.4]
6. Esteve Rabat ESP Marc VDS Racing (Kalex) 1m 32.194s | +3.126s [40 / 271.4]
7. Jordi Torres ESP Mapfre Aspar Team (Suter) 1m 32.998s | +3.930s [77 / 271.4]
8. Mika Kallio FIN Marc VDS Racing (Kalex) 1m 33.149s | +4.081s [61 / 275.5]
9. Nico Terol ESP Mapfre Aspar Team (Suter) 1m 34.443s | +5.375s [53 / 270.7]

Hasil Kombinasi Tiga Hari:
1. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 29.068s Day 3 [165 total laps]
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 29.381s | +0.313s Day 2 [178]
3. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici) 1m 29.387s | +0.319s Day 2 [136]
4. Valentino Rossi ITA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 29.516s | +0.448s Day 2 [216]
5. Cal Crutchlow GBR Ducati Team (Desmosedici) 1m 29.576s | +0.508s Day 1 [166]
6. Esteve Rabat ESP Marc VDS Racing (Kalex) 1m 32.168s | +3.100sDay 2 [241]
7. Mika Kallio FIN Marc VDS Racing (Kalex) 1m 32.698s | +3.630s Day 2 [202]
8. Jordi Torres ESP Mapfre Aspar Team (Suter) 1m 32.998s | +3.930s Day 3 [198]
9. Nico Terol ESP Mapfre Aspar Team (Suter) 1m 33.014s | +3.946s Day 2 [197]

Honda & Yamaha = Factory class – ECU Magneti Marelli, Sofware Pabrikan, 20 liter bbm, 5 mesin yang di seal ( pembekuan pengembangan) Control ECU
Ducati = Open class – ECU dan Software Magneti Marelli, BBM 24 liter, 12 mesin tanpa pembekuan pengenbangan dan Ban belakang berkompon lebih Lunak
Suter & Kalex = Moto2 class.

Melihat Dovi yang sukses membuat selisih yang semakin dikit 0,068 detik, ditambah jatah mesin yang lebih banyak yang bisa di olah dan disetting yang berbeda yup 12 mesin masbro! bayangkan 12 mesin apabila dua pembalap menjadikan 24 mesin, apa mungkin akan di setting 24 mesin? gak juga masbro, tapi dibandingin 5 jatah mesin identik dengan 24 mesin berbeda, kans nya lebih besar yang jumlahnya lebih banyak kan!…..keputusan yang sangat tepat gigi sang manager memindahkan factory ke openclass, turun kasta tapi openclass adalah motogp masa depan masbro, pengembangan ecu yang dibatasi, balapan yang diharapkan minim dana pengembangan dan dapat menarik lebih banyak peserta…

dapet info baru lagi…aseeem ternyata TMC itu bener-bener smart yah…jadi
“Ternyata Bukan karena alasan Ducati Corse yang butuh pengembangan mesin . .. Melainkan Karena kejadian di hari ke dua test Sepang 2 dimana Magneti Marelli tiba tiba merilis Software ECU baru yang boleh dibilang sangat rumit ( complicated) . . . yappp loncatan teknologi Software ECU yang kedua ini sangat tinggi dibandingkan dengan software yang diaplikasikan di motor Aleix espargaro misalnya”

Berarti secara gak langsung pengembangan Ecu MM merujuk langsung dengan Ducati, jadi siapa kah yang paling diuntungkan dengan settingan baru Ecu MM, apakah ikatan profesional kerjasama ( MM + audi + ducati ) akan terbukti nyata pada gelaran seri berikutnya?…ah ini sih masih perasaan gw yang newbi ini…hahaha, tapi coba kita lihat sepak terjang ducati di seri-seri berikutnya…Tapi masih banyak kemungkinan masbro…

kita sambut positif aja…

Sebenernya Prototype diciptakan dari penemuan-penemuan dan puncak dari kecanggihan tehnology motor roda dua…tapi gimana mo dikata, sikaya makin menang simiskin makin kepinggir…perlu pembatasan yang lebih jelas lagi…

semoga tidak terlalu banyak drama di Motogp kelak….artikel mumet, yang buat juga mumet…yang baca juga mumet….

tumblr_ltiouyrzsw1r38tj7o1_500

baca ini nih:

http://tmcblog.com/2014/03/01/pilih-open-class-ducati-masih-ambil-posisi-sebagai-pirate-yang-anti-mainstream/

credit : TMC, kaskus, Goggle, MCN, crash net, motogp.com